Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018
Kenangan Yang Masih Membekas Adikku sayang.... Walaupun kau kini telah tiada Tapi.. Aku masih merasakan kehadiran dari sesosokmu Dihidupku ini.. Setiap malam aku masih teringat tentangmu... Bayang-bayangmu masih hadir dalam fikiranku Aku masih ingat sekali... Saat kau menangis... Saat kau tersenyum manis.. Dan semua ekspresi yang terpancar dari raut wajahmu Setiap saat aku ingat masa-masa bersamamu Ingat dimana tawa dan canda yang dulu kita ciptakan Saat itu..aku pasti meneteskan air mata Karena kenangan itu masih sangat melekat di benakku Kau adalah adikku yang ku cinta... Kau adalah teman curhatku Dulu,,,setiap malam kita selalu berkumpul Menceritakan semua kejadian yang pernah kita lalui Tapi.. Mengapa hanya sesingkat ini kita tuk bersama Kini kau sudah berada di Surga sana Kau sudah punya kehidupan baru di alam sana Sampai kapanpun .. Aku tetap menganggap kamu ada Kamu masih ada dan slalu ada di hatiku.. Kadang...aku...
Goresan Hati Sahabatmu karya: sulthan khaidir aly al aziz Malam tanpa bintang, itu lah jiwa yang sedang terpaku dalam diam tanpa ada sosok yang menyapa.. Di manakah tawa yang dulu riuh menemaniku, di manalagi ku temukan cahaya yang akan menerangi sudut gelap di ulu hatiku.. Aku rindu nasihat itu, aku rindu belaian itu, aku rindu sosok engkau yang slalu ada. Namun mlm ini aku kehilangan lagi sosok sahabat terbaikku. Sahabat yang selalu membuatku merasa berarti dan penuh makna, walau terkadang aku seringkali tak mengerti sikapmu.  Tapi itulah yang membuatmu berbeda.. Aku bagai pena tak bertinta, yang hanya mengharap pada TUHAN semoga engkau bahagia di alam sana. Sahabat,,, meski kita berada dalam dimensi yang berbeda tapi yakinlah cinta seorang sahabat takkan pernah lekang oleh masa, tak pernah pudar meski detik demi detik hari akan berganti menjadi bulan dan bulan akan segera berganti menjadi tahun. Ternyata TUHAN lebih menyayangimu, karna TUHAN tak ingin kau le...
Kumpulan Puisi Untuk Ayah Tercinta Rindu Untuk Ayah Puisi ayah karya: Sulthan khaidir ali al-aziz Malam ini tanpa bintang di langit Hanya hitam yang bertasbih disana Sama seperti hatiku yang sedang hitam Gersang tanpa hangat pelukan ayah. Angin masih datang dengan cara sama Memanjat setiap pucuk ranting hingga ulu hati Aku di sini beku bagai pucat tanpa warna Di sini aku masih merindukan sosokmu ayah. Ayah aku sangat merinduimu Merindukanmu dengan cara diam bisu kata Ayah engkau teramat jauh di mata Untuk menyentuhmu saja aku harus melihat langit. Doa kukirim untuk rasa rindu ini Kujadikan ia penawar segala rasa asa Kugenggam ia hingga putih Ayah masihkah kau disana? Ayah malam ini kukirim sepucuk rindu Rindu yang telah uban kusimpan di laci hati Kutitip ia pada angin malam yang beku Semoga pucuk rinduku sampai di jasadmu. Ayah, sayangilah aku Aku lahir suci bagai putih Tanpa tahu dosaku Tanpa tahu salahku Tan...
1. Puisi Ibu Sedih Menyentuh Hati Tangisan Mata Bunda Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu Derita siang dan malam menimpa mu tak sedetik pun menghentikan langkah mu Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku Seonggok Cacian selalu menghampiri mu secerah hinaan tak perduli bagi mu selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku mencari harapan baru lagi bagi anak mu Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku tapi keinginan hati mu membahagiakan aku Dan yang selalu kau berkata pada ku Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku Puisi Kemuliaan Sang Ibu Terdiam sejenak dalam renungan.. Kala bayang wajahmu datang menyapa.. Waktupun berputar kebelakang membuka memori kenangan kecilku Tetesan keringat dan air mata berjuang melawan maut.. Demi keh...