Kumpulan Puisi Untuk Ayah Tercinta
Rindu Untuk Ayah
Puisi ayah karya: Sulthan khaidir ali al-aziz
Malam ini tanpa bintang di langit
Hanya hitam yang bertasbih disana
Sama seperti hatiku yang sedang hitam
Gersang tanpa hangat pelukan ayah.
Angin masih datang dengan cara sama
Memanjat setiap pucuk ranting hingga ulu hati
Aku di sini beku bagai pucat tanpa warna
Di sini aku masih merindukan sosokmu ayah.
Ayah aku sangat merinduimu
Merindukanmu dengan cara diam bisu kata
Ayah engkau teramat jauh di mata
Untuk menyentuhmu saja aku harus melihat langit.
Doa kukirim untuk rasa rindu ini
Kujadikan ia penawar segala rasa asa
Kugenggam ia hingga putih
Ayah masihkah kau disana?
Ayah malam ini kukirim sepucuk rindu
Rindu yang telah uban kusimpan di laci hati
Kutitip ia pada angin malam yang beku
Semoga pucuk rinduku sampai di jasadmu.
Ayah, sayangilah aku
Aku lahir suci bagai putih
Tanpa tahu dosaku
Tanpa tahu salahku
Tanpa tahu apapun.
Aku ingin di sayangi
Wahai ayah mengapa engkau teramat tega
Tega mencampakkanku dan bunda demi wanita lain
Mengapa? apa karena kami miskin?
Tuhan tahu jalan takdirku
Termasuk saat aku di permainkan oleh kehidupan
Di buang oleh laki laki bernama ayah
Aku hancur bagai laksa tanpa bentuk.
Semoga suatu hari nanti saat aku mati
Engkau bisa bahagia karena saat aku mati
Telah kubersumpah pada diriku untuk membawamu ke jahanam
Karena dosamu padaku, terlebih pada bundaku.
Aku cinta padamu ayah
Aku cinta padamu ayah
Teramat cinta malah
Ingin rasanya kukecup pipimu
Namun aku malu, tidak! gengsi.
Aku cinta padamu ayah
Aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu
Bolehkah aku berharap semoga umur kita panjang
Kita bisa menghabiskan waktu hingga maut menerjang.
Panjangkanlah Umur Ayahku
Untuk engkau pemilik umur
Yang menarik dan menanamnya di anak adam
Panjangkanlah umur ayahku
Berilah ia kemudahan dalam hidupnya
Sehatkanlah jasadnya
Jauhkanlah penyakit penyakit
Aku teramat mencintainya
Panjangkanlah umurnya
Wahai ayah yang kusayangi
Maafkan daku
Daku belum bisa menjadi anak baik
Belum bisa jadi seperti harap kau
Panjangkanlah umur ayahku
Dengannya aku dapat membuktikan bahwa aku bisa membuatnya bangga akan aku.
Saat Saat Bersama Ayah
Waktu berjalan begitu cepat
Menikam waktu dan kenangan yantg kugenggam bersama ayah
Bermain dengan puisi biru saat aku beku
Hilang kosong di tangan, raib.
Seandainya waktu sedikit tahu
Tahu bahwa hatiku teramat menyayangi ayah
Aku tidak akan kehilangan seperti ini
Seperti puisi kehilangan baris.
Kenangan begitu banyak berputar di otakku
Saat bermain hujan saat memancing
Kenangan itu masih menyatu dengan kenyataan
Kenyataan yang tiada berhenti mempermainkanku.
Ingatkah wahai ayah
Duu ketika kau masih bernafas di balik nyata
kau selalu mengingatkanku tentang kesabaran
kesabaran yang sampai detik ini masih kusimpan teguh dalam hati.
Tapi sekarang semuanya berubah
Semuanya hanya tinggal bangkai cerita
Yang suatu hari nanti akan ku kubur di bawah pohon jarak
Kutabur ia dengan doa.
Selamat Jalan Ayah
Selamat jalan ayahku tercinta
Lelaki miskin berhati kaya
Lelaki yang tiada pernah menangis di depan anak anaknya
Lelaki yang selalu menjadi bahu untuk bersandar kerapuhan anak anaknya.
Selamat jalan ayahku tercinta
Sungguh demi apapun kepergianmu masih menyakitkan
Menyisahkan luka yang tiada mau sembuh
Meninggalkan kenangan yang tiada habis.
Selamat jalan ayahku tercinta
Di sini, di gundukan tanah ini
Aku masih memegang teguh kalimatmu
Kalimat yang seharusnya menguatkanku dari duka ini.
Selamat jalan ayahku sayang
Disana semoga engkau bahagia
Semoga allah memasukkanmu ke dalam jannahnya
Sama seperti yang kau inginkan dulu bukan?
Selamat jalan ayahku sayang
Aku selalu ada disini untukmu
Di dunia fana ini kita menulis banyak cerita tentang kita yaitu ayah ibu aku dan adik adik
Masih ingatkah dikau ayah?
Selamat jalan ayahku sayang
Doaku masih menjadi angin subuh
Terbang melayang menembus hijab
Hilang di telan malam hitam.
Selamat jalan ayahku sayang
Pelangi yang dulu kau bilang sekarang muncul
Tepat di kaki langit kulihat ia
Warnanya tidak seindah dulu, sedikit buram kelam.
Selamat jalan ayahku sayang
Kadang aku ingin melayang mengikutimu
Karena rasa sakit yang mendera matipun mau rasanya
Kadang aku bertanya pada malam '' apa gunanya aku hidup? ''
Selamat jalan ayahku sayang
Di sampingku bunda masih setia mencumbu namamu dengan dzikir
Adik menangis raung
Sedang aku tersenyum dan berkata '' kita harus kuat ''
Selamat jalan ayahku sayang
Apa yang harus kujawab jika adik bertanya '' ayah kemana? ''
Haruskah kujawab ia telah ditelan maut dan raib dimakan tanah.
Selamat jalan ayahku sayang
Aku berjanji pada dirimu di sana
Ajan kujaga ibu dan adik adik
Sebagaimana engkau menjaga kami dahulu.
Selamat jalan ayahku sayang
Aku merindukanmu ayah
Andai saja waktu bisa kuputar bagai roda
Kan kubekukan ia dengan dahsyat hingga tiada yang bisa memisahkan kita.
Selamat jalan ayahku sayang
Ayah harus berjanji pada kami
Jika kelak kita dipertemukan
Ayah tiada boleh meninggalkan kami.
Selamat jalan ayahku sayang
Kami di sini akan kuat sekuat karang di samudera
Tiada akan goyah meski diterpa ribuan ombak
Kami berjanji kami juga akan bahagia disini
Sampai bertemu kembali ayah.
Saat Ayah Tidur
Saat ayah tidur
Kutemukan seberkah kedamaian disana
Tepatnya di wajahmu yang senja itu
Kulihat di sana begitu banyak sajak balada.
Saat ayah tidur
Kutemukan wajah kebebasan
Laksana rindu terbebas dari kesepian menghujam
Di sanalah kutemukan ia.
Saat ayah tidur
Saat itulah kau menjadi asli tanpa topeng tanpa drama
Kau menjadi dirimu yang rapuh dan sakit
Kau menjadi manusia wajar bukan robot.
Saat ayah tidur
Ingin rasanya kumenangis
Mengingat sebait takdir kita yang sekarat
Mati tidak mau menyerah tidak bisa.
Saat ayah tidur
Ayah kudongakkan wajahku ke atas biru
Kumohon padaNya dengan khidmat
Semoga aku selalu bersamamu
Melihat tidurmu ayah.
Lelaki di Sudut Lorong
Puisi ayah karya: Rayhandi
Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki kuat bak baja dan sabar bak laut
Tiada mengeluh ketika susah
Tiada pula berteriak ketika senang.
Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki miskin
Miskin harta tapi kaya hati
Miskin ilmu tapi kata iman.
Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki mati rasa
Tiada bisa tersenyum tiada bisa menangis
Kehidupan telah mempermainkannya.
Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki berhati maaf
Ratusan orang pernah memakinya, memaki harga dirinya
Maaf masih ia suguhkan untuk membalas mereka.
Lelaki di sudut lorong
Dia adalah lelaki yang hidup dengan airmata
Hidup di jalan
Bertemankan hina dan berkasihkan sengsara.
Lelaki di sudut lorong
Kerasnya takdir telah mengubahnya
Hatinya telah tiada tanpa bentuk
Raib di telan rasa sakit.
Lelaki di sudut lorong
Makanannya adalah kekecewaan
Minumannya adalah airmata
Dan pujiannya adalah hinaan.
Lelaki di sudut lorong
Tidur di emperan toko
Kerjaannya adalah mengharap, tidak! mengemis
Mengemis sedikit nurani dari mahkluk yang mengaku manusia.
Lelaki di sudut lorong
Dia adalah ayahku
Masa mudanya telah menjadikannya batu
Kerasnya hidup membuat ia tegar.
Ayah Selalu Ada Di Hatiku
Ayah
Engkau dan aku terpisah teramat jauh
Tiada cara untuk bertemu denganmu
Karena di kau sudah ada di sana di surga.
Ayah
Engkau terlalu jauh untukku jangkau
Lebih jauh dari ribuan bintang malam di angkasa
Teramat sangat jauh.
Ayah
Kutulis puisi ini karena daku teramat merindukanmu
Hatiku menjerit tersiksa lantaran rindu ini
Puisi ini kutulis dan kuselip sepotong rindu untukmu ayah.
Ayah
Rindukah engkau akan aku?
Inginkah kau bertemu denganku anakmu ini?
Kumohon datanglah dalam mayaku.
Ayah
Meski jarak terhalang raib
Kau tetap bisa kulihat dan kusentuh
Karena kau ada di sini
Tepat di hatiku.
Rindu Diantara Hujan
Tetes demi tetes air langit membasuh wajahku.
Membasahi tanah yang telah kering.
Bulir itu terpecah saat membentur bumi.
Setiap tetesnya mengandung rindu yang terpendam.
Tak dapat ku cegah segala rasa rindu yang kian mendesak.
Ingin segera kucurahkan atau sekedar ku ucap.
Mataku menerawang pada masa laluku.
Dimana aku dengan tanpa segan melompat pada punggung tegapmu.
Dimana aku dengan lantang meminta mainan atau sekedar merengek minta dibelikan permen lolipop.
Aku tersenyum dalam lamunku.
Masih ku ingat jelas garis tegas rahangmu menjadikan engkau semakin tampan.
Masih pula ku rekam suara tegasmu namun penuh kasih.
Atau tentang kekarnya tanganmu yang dengan mudah mengendongku atau sekedar menaikkan ku pada kursi yang tinggi.
Aku mengingat kembali kecup bibirmu di pipiku.
Terasa hangat hingga hatiku bergetar.
Aku selalu tertawa kala kumis tipis yang terhias diantara hidung dan mulutmu menyentuh pipiku.
Membuat aku geli hingga tertawa.
Aku kembali teringat belai tanganmu di antara helaian rambutku mengantarkan aku pada alam mimpi.
Akupun teringat kembali pelukkan hangatmu yang mendekap segala kesedihanku.
Saat aku terjatuh ku lihat pancaran kekhawatiran di matamu.
Dengan lembut kau ucapkan kalimat yang membuatku kuat.
Engkau memberi pesan lewat semua katakatamu.
Katamu aku tak boleh menjadi anak yang cengeng.
Katamu aku harus menjadi anak yang kuat.
Meski engkau terkesan galak namun semua itu menjadikanku kuat.
Ayah…
Aku menitipkan rindu ku ini pada ribuan tetes hujan.
Tak usah kau khawatir, aku di sini baik-baik saja.
Tak perlu kau cemas aku di sini selalu tersenyum.
Untukmu ayah aku menitipkan rindu pada hujan yang menyejukkan ini.
Akan segera kutelpon engkau ayah untuk sekedar berbagi cerita dan kabar.
Meski kini kita jauh, setidaknya aku masih dapat memdengar suaramu. Merekam tawamu.
Aku tau saat kita berbicara lewat telepon matamu berbinar cerah dan senyummu selalu terlembang.
Karena aku pun demikian.
Ayah….
Rindu ini di antara derasnya hujan.
Semoga tetesnya menyampaikan padamu.
Ayah…
Sayangku sebanyak tetes hujan ini.
Tak terhitung.
Ayah…
Aku sayang ayah.
Puisi Rindu Ayah
Keikhlasan ku
Tak mampu menghapus rasa rinduku
Aku merindukan sosok hangtmu
Kasih sayabgmu Dan cinta mu
Ayah…
Aku Tak tau jika engkau sangat berharga untuk ku
Kau yang menjaga ku di setiap waktu
Kau yang ajarkan aku menjadi yang terbaik
Ayah…
Aku hanya memanggilmu saat aku membutuhkanmu
Tak pernah terfikir oleh ku aku akan kehilanganmu
Kini aku di selimuti penyesalan Dan air mata
Ayah maafkan aku yang selalu menyiayiakan kasih sayang Dan cintamu
Ayah aku yang Tak pernah memikirkanmu di sela nafasku
Walau kau selalu Ada untuk dengan kesempurnaan mu
Ayah…
Aku kini berusa tegar
Dan rela melepaskanmu disisinya
Namun aku pun Tak dapat berdusta jika aku sangat merindukanmu
Aku selalu sakit melihat nisan mu
Air mataku Tak mampu ku sekak lagi
Saat ku mengingat semua pengorbanan mu selama ini
Kau yang berkerja keras untuk kita sekelurga
Kau Tak pernah mengeluh dengan sakit mu
Ayah aku telah tiba di titik penyesalan ku
Aku yang Tak pernah bisa memeluk Dan menyetuhmu lagi
Dan mersakan kasih sayangmu yang tulus itu
Ayah…
Aku ingin bersamamu bawalah aku bersamamu
Aku lelah hidup di dunia yang fana ini
Tanpa engkau lagi disisiku
Yang selalu mencintaiku segenap ragamu terima kasih ayahku
Semua Ini Untukmu
Harapanku
Membuatmu bangga akan hidupku
Membuatmu tersenyum karenaku
Membuatmu tertawa karena hadirku
Semua keinginanmu
Kucoba penuhi dengan caraku
Walau terkadang
Tak sejalan dengan inginku
Terkadang,
Aku ingin bicara
Aku ingin seperti mereka
Yang mampu memilih sendiri jalan hidupnya
Namun,
Aku ingat siapa diriku
Aku ingat betapa sering aku mengecewakanmu
Semoga,
Dengan ini aku bisa membanggakanmu
Semoga aku bisa bahagiakanmu
Meski, ku harus melawan hatiku
Aku menyayangimu Ayah Ibuku.
Pulanglah Ayah
ayah..
semoga kau dengar apa yang selama ini aku teriak kan
kau telah lama meninggal kan aku
kau tak pernah lagi menemui ku
kau pergi entah kemana
kau tak pernah lagi memberi kabar
kau tak ingat lagi padaku
kau yang telah menjadikan aku ada
kau juga yang meninggalkan aku
ayah…
buat apa ada aku…
buat apa…
buat apa…
apa hanya untuk membuat ku menderita
apa hanya membuat ku sengsara
ayah…
sudah hampir 21 tahun lamanya
kau tinggal kn aku
apa kau tak inga aku lagi
atau kah kau tak mengingini akan hadirnya aku
ayah…
aku mohon..
datng lah..
tengoklah aku..
aku rindu pelukan mu..
aku rindu kasih sayang mu..
aku rindu..
setiap malam aku hanya menangis..
meratapi nasib ku..
aku terlahir seperti tanpa ayah..
aku malu dengan keadaan ku.
ayah…
pinta ku..
pulng lah..
aku rindu padamu..
ayah…
Sang Jago
Ayah
kau bagai si jago di pagi hari
Ragamu begitu kuat ayah
Semangat mu membakar jiwa
cucuran keringarmu selalu ku lihat
kau begitu lelah, ayah
kau bagai si jago di pagi hari yang selalu berkokok
kau mengais materi dengan caramu
sang anak yang kau selalu di banggakan
untuk cucuran keringatmu
untuk lelahmu
tak cukup ku balas dengan kata terima kasih
Bagai Embun Pagi
bagai embun pagi..
engkau lah awal dari kebahagiaan ku
engkau lah pendorong indah nya hidup ku
ayah..
ketika nafas mu terhenti
ribuan rasa bersalah menghampiri
semua jasa yang kau beri
membuat rasa lara hati
ayah..
rindu ini membuat ku sesak
ingin rasa nya berteriak
tapi aku kan trus berusaha
agar sang kuasa mempertemukan kita
di dalam surga nya
Air Mata Ayah
Hari itu dia tersenyum
Namun air mata tetap mengalir di pipinya
Bagaimana mungkin seorang gadis kecil akan mengerti
Dulu memang aku bisa kau bohongi
Sekarang aku yang tersenyum
Namun air mata ku tetap mengalir
Aku bukan lagi gadis kecil yang bisa kau bohongi
Tahukah kau aku telah menjadi dewasa?
Arti air matamu sama seperti air mataku
Kita hanya berusaha saling menguatkan
Meskipun aku tak pernah mendengar kau lemah
Tapi aku tahu kau bahkan lebih dari itu
Jika suatu hari nanti aku datang
Akankah kau membohongiku lagi?
Semua terserah padamu
Karena aku juga pasti akan melakukannya lagi
Tapi berjanjilah ayah
Kau akan tetap mengatakan kau menyayangiku dalam senyummu
Karena aku pun akan melakukan itu untuk mu
Surat Kecil Untuk Ayah
Diatas kertas putih bergaris
Kugores tinta berwana hitam
Menyampaikan maksud yang tak trlukis
Perih hati kian menikam
Kutulis disana
Hay ayaah…, aku ingin kau baik-baik saja
Bersama hidup layak nan bahagia
smoga waktu membawa untuk jumpa
Meskipun semua telah berbeda
Apa ayah tau? Tak selebarpun gambar ayah disini
Tak jua pernah kutemu dalam mimpi
Apa ayah tampan?
apa ayah baik?
Aku hanya bisa meminta pada ilahi
Agar bisa bertemu nanti
Jika nanti ayah membaca suratku ini
Aku ingin ayah tau bahwa aku selalu disini
Melewati malam hingga pagi
Berharap bisa membuatkanmu segelas kopi
Ayah.. Sekian untuk kali ini
Smoga surat ini bisa memberi tahu bahwa aku masi ada
Meskipun kita tak saling tau tempat berada
Namun inilah surat kecil untuk ayah.
Pahlawan Kesuksesanku
Fajar telah menyapa pagi ku
Kau jadikan hari mu,hari untuk pengorbanan.
Pengorbanan mencari rezki,pengorbanan untuk mencari awal yg baru.
Kau ajarkan aku arti perjuangan,kau ajarkan aku arti kesuksesan.
Ayah mungkin tanpa mu aku tidak bisa seperti ini..
Mungkin tanpa mu aku tidak bisa berdiri ditengah tengah impian ku..
Impian untuk meraih keberhasilan
Impian untuk mencapai kemenangan…
Komentar
Posting Komentar